Banyak yang berfikir bahwa dengan IQ yang tinggi bahwa hal itu akan membuatnya otomatis menjadi orangn yang sukses dan berhasil, idiom tersebut tidak selamanya tepat karna mereka lupa akan faktor sikap yang itu juga menentukan keberhasilan dalam hidup

Kisah seorang wanita pergi kuliah di Prancis.

Dia melihat sistem transportasi di sana menggunakan sistem otomatis, nama anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.

Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara “swalayan” dan biasa saja petugas petugas. Bahkan pemeriksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada.

Agar dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket sangat kecil.

Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak bayar tiket. Dia bahkan merasa Klaim atas kepintarannya tersebut.

Dia berpendapat dalam hati karena dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalo bisa irit ya irit. Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yang akan memerankan karirnya kelak.

eifel muslimah

4 tahun berlalu, dan dia tamat dari fakultas yang ternama dengan angka yang sangat bagus. Hal ini membuat dirinya percaya diri. Lalu dia mulai mengajukan aplikasi kerja di beberapa perusahan ternama di Paris, dengan pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, semua perusahan ini menyambutnya dengan hangat. Tapi berapa hari kemudian, semuanya ditolaknya dengan berbagai alasan.

Hal ini terus terjadi berulang kali sampai membuat dia merasa tidak terima dan sangat marah. Ia mulai menganggap perusahan-perusahan ini rasis, karena tidak mau menerima warga negara asing. Akhirnya, karena penasaran dia menuju masuk ke departemen tenaga kerja untuk bertemu dengan managernya. Dia ingin tahu alasan apa perusahan-perusahaan yang menolaknya. Ternyata, penjelasan yg didapat di luar …

Berikut adalah dialog mereka …

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan anda. Pada saat anda bangun aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, anda sebenarnya adalah tokoh pekerja yang kami cari-cari.

Wanita: Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan itu tidak diterima saya bekerja?

Manager: Jadi begini, setelah kami memeriksa database, kami menemukan data yang tidak pernah tiga kali.

Wanita: (Kaget) Ya saya mengakuinya, tapi apakah karena perkara kecil itu perusahan saya?

Manajer: Perkara kecil?!? Kami tidak anggap ini perkara kecil, nona.
Kami perhatikan pertama kali anda melanggar hukum kejadian di minggu pertama anda masuk di negara ini. Saat itu petugas percaya dengan penjelasan anda masih belum mengerti sistem transportasi umum disini. Kesalahan ini diampuni. Namun anda tertangkap 2x lagi setelah itu.

Wanita: Ohh waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.

Manajer: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan anda Jangan anggap kami bodoh! Kami yakin anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.

Wanita: Baik, tapi bukan bukan bukan? Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya berubah kan masih bisa?

Manager: Saya tidak anggap demikian, nona !. Perbuatan anda membuktikan dua hal:

1. Anda tidak mau mengikuti peraturan yg ada
Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkan untuk diri sendiri.

2. Anda tidak bisa dipercaya !!

Nona, banyak pekerjaan di perusahan kami tergantung pada kepercayaan. Jika anda diberikan tanggung jawab atas penjualan di sebuah wilayah, maka anda akan diberikan kuasa yg besar. Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. Perusahan kami mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh karena itu, kami tidak bisa pakai menerima anda, nona. Dan saya berani katakan, di negara kita bahkan di muka, tidak ada perusahan yg mau menggunakan jasa anda.

Pada saat itu, wanita ini tersampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal. Perkataan manajer yang baru buat hatinya bergetar.

# PESAN MORAL DALAM CERITA #.

Sahabat hebatku,

Dalam kehidupan sosial, Moral dan etika seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran. Ya IQ atau kepintarannya tidak akan bisa membantu etika yang buruk ….

Sikap atau suatu sikap mental menjadi dasar utama kita, oleh karena itu jangan dipecat remeh. Sikap diibaratkan seperti berkendara dengan ban kempes, dimanapun kita berada, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan pekerjaan, sikap seseorang akan dengan mudah dirasakan oleh sesama dan orang2 disekeliling kita akan memberikan reaksi yg sama terhadap sikap kita.

Jagalah selalu sikap kita dimanapun karena hal tersebut akan saling mempengaruhi kita dalam segala bidang sosial maupun pekerjaan.