Perkara mengusap wajah setelah berdoa sering menjadi polemik di tengah-tengah umat ini. bahkan menjadi slahsatu pemisah antara hubungan persaudaraan sesama, haya karena kurang bijak dalam meyikapinya. padahal perkara ini adalah perkara khilafiyah di kalangan ulama , dan mereka memiliki istidlal (argumentasi dalil) masing – masing ,sihingga kita tidak boleh saling meyalahknya, bahkan jangn sampi membid’ah kan pelakunya.

Syaikh Abdul’aziz bin Abdullah bin Bazz menjelaskan bahwa mengusap wajah setelah berdo’a tidak lah perkara bid’ah, tapi menurut beliau , yang lebih utama adalah meninggalkannya karena hadist yang menerangkanya itu lemah. Beliau mengakui sebagian ulama ada yangmenelianya sebagai hadist hasan, tepatnya hasan lighairihi  ( Hadist dhaif yang naik derajatnya menjadi hasan karena ada penguat – penguat dari riwayat lain) Di antara ulama tersebut  Ibnu hajar Al-‘asqolani , di bagian Akhir dari bulughul maram. masih ada ulama lain yang demikian. ini hadist tersebut:

وعن عمر – رضي الله عنه – قال : -كان رسل الله – صلى الله عليه وسلم – إذ مدَ يديْه فِي الدُعاءِ لمْ يرُدهُما حتى يمسح بِهما وجْهَهُ – أخر جه الترمدي

” Dari Umar radhiyallahu’anhu , ia berkata bahwa jika Rasulullahu sahllalahu alhi wa sallam membentangkan tanganya ketika berdo’a Beliau tidak menurunknya sampai sampai beliau mengusap kedua tangan tersebut kewajahanya .” Hadist ini di kluarkan oleh AtTirmidzi , Ibnu hajar mengatakn hadist ini memiliki penguat , yaitu dari hadist ibnu abas yang di keluarkan dari Abu Daud , yang keselurahan menujukan hadist ini hasan .  Namun imam Adz-zahabi mendoifkanya karena ada hammad yang dinilai lemah. (Syiar A’lam An Nubala. 16 / 67 ).

maka menurut Syaikh  bin bazz siapa yang menialnya sebagai hadist hasan maka di lanjutkan mengusap wajahnya . sedangkan yang memilihnya sebagai hadist dhaif maka tidak di anjurkan mengusapnya. perlu di catat bahwa tidak ada hadist shahih yang menjelaskan untuk mengusap wajah setelah berdo’a ( Shahih bukhari dan muslim ) karena yang di terangkan di dalamnya haya berdo’a.

Syaikh Al-Utsaimin  ketika di taya tentang masalah ini  belia berkata :

و الد أرى في المسألة : أن من مسح لا ينكر عليه , ومن لم يمسح لا ينكر عليه

” Sedangkan aku sendiri berpandangan bahwa orang yang mengusap wajah ( seusai Do’a) tidak perlu di inhgkari . begitu pula yang tidak mengusap wajaha ( seusai do’a) juga tidak perlu di ingkari  ( liqo’ul  bab almaftuh , kaset no 196 ) .

dan sayaik  Sahalih al – fauzan  juga memberi fatwa yang sema seperti Syaikh al-utsaimin.

Oleh para ulama di sebutkan : لا إ نكر في أمر الإجتهاد

” tidak ada pengingkaran pada perkara ijtihadi  ( yang para ulam berbeda menyimpulkan hukum berdasarkan istidla masing – masing ). Semoga kita semua lebih bijak menyikapi  dalam Agama .

Wallahua’lam.

Incoming search terms:

  • hukum mengusap wajah setelah berdoa bukhari muslim