harta-karun-1-1

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Ta’ala Wabarakatu

A’udzubillahiminasyaitaanirrajiim

Berbicara tentang jihad, tahukah Anda bahwa sebenarnya  jihad tidaklah selalu dengan cara turun secara langsung di medan pertempuran. Allah S.W.T menekankan dalam Al-Qur’an tentang jihad dengan harta dan jiwa. Dan Allah menegaskan bahwasannya Muslim sejati adalah yang melakukan jihad dengan harta dan jiwa. Sebagaimana terdapat dalam QS. Al-Hujurat : 15

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang benar”.

Adapun jihad dengan harta sangat diperlukan untuk pergerakan dakwah, pendidikan umat, dan kemaslahatan umat. Dan Allah memberikan pahala yang besar untuk hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam satu hadits :

“Siapa yang menafkahkan harta dijalan Allah, maka dicatat baginya (pahala) sebanyak 700 kali lipat”. (HR. Tirmidzi).

 

Menurut Dr. Nawwaf Takruri dalam bukunya “Al-Jihad Bil Maal Fi Sabilillah”, beliau mendefinisikan 2 pengertian jihad harta yakni :

Pengertian Umum

Jihad harta adalah menyumbangkan harta dalam segala bidang kebaikan yang mengantarkan pada keridhaan Allah misalnya membantu fakir miskin, mendirikan sekolah, masjid dan lain-lain.

Intinya adalah setiap sumbangan harta yang manfaatnya dapat dirasakan sebagian kaum muslimin ataupun perorangan.

 

Pengertian Khusus

Jihad harta adalah menyumbangkan harta untuk mendukung bidang-bidang yang terkait dengan jihad militer. Misalnya sumbangan untuk logistik dan pengadaan senjata bagi mujahidin yang tengah bertempur di medan perang.

 

Dr. Nawwaf Takruri juga mengemukakan 7 alasan mengapa jihad harta merupakan suatu keharusan ?

  1. Menjalankan perintah Allah
  2. Berharap meraih keutamaan jihad harta dan mendapat pahala besar yang di janjikan Allah (At-Taubah : 111)
  3. Menghindari dampak buruk keengganan berjihad dengan harta (At-Taubah : 34-35)
  4. Merealisasikan niat tulus ikhlas dan keinginan untuk menjalani jihad dengan nyawa.
  5. Menegakkan kejayaan Allah.
  6. Mengukuti jejak langkah generasi salaf
  7. Musuh islam mendanai besar-besaran proyek kebatilan mereka secara berkesinambungan. Karenanya kita lebih berkewajiban melakukan jihad harta untuk mengembalikan hak-hak yang terampas dan merebut tanah-tanah suci yang terjajah.

 

Adapun berjihad dengan harta dapat dicontohkan melalui persaingan sedekah yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah S.A.W. Umat dimasa hidup rasulullah S.A.W adalah generasi terbaik dalam melaksanakan dakwah, amal sholih, dan jihad fisabilillah. Mereka tidak hanya berjihad dengan jiwa raganya tetapi juga berjihad dengan hartanya. Dan mereka bukanlah termasuk yang suka menghitung dan mengharap balasan di dunia atas harta yang mereka infaqkan. Tulus, ikhlas Lillahi ta’ala hanya itu saja.

Beberapa sahabat Rasulullah yang gemar berlomba-lomba dalam berinfaq dan sedekah diantaranya :

ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Terlahir dengan nama Abdullah bin Abu Quhafa, Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah menginfaqkan harta bendanya sebanyak 2 kali.

  • Pada peristiwa hijrah ke Madinah beliau berinfaq sebesar 6000 Dirham.
  • Pada peristiwa perang tabuk, Abu bakar mensedekahkan seluruh hartanya hingga Rasulullah pun bertanya “wahai Abu Bakar, berapa yang kengkau sisakan untuk keluargamu?”, Abu Bakar pun menjawab “Aku sisakan Allah dan Rasul-Nya untuk mereka”.

 

UMAR BIN KHATTAB

Terkenal sebagai pribadi yang cukup keras, namun ketika Nabi menyerukan penggalangan dana untuk perang Tabuk. Umar yang saat itu sedang makmur sangat bersemangat untuk menginfaqkan separuh dari seluruh hartanya. Beliau yakin akan mampu mengungguli infaq yang diberikan Abu Bakar. Rasulullah pun bertanya “Berapa yang kau sisakan untuk keluargamu?”, Umar menjawab “sebanyak yang kuserahkan ini”. Meskipun pada akhirnya ia mengetahui bahwa Abu bakar menginfaqkan seluruh hartanya, tapi setengah harta adalah termasuk pengorbanan terbaiknya di jalan Allah dan Rasul-Nya.

 

UTSMAN BIN AFFAN

Kontras dengan Umar, sosok Utsman Bin Affan adalah pribadi yang lemah lembut dan pemalu. Kecerdasannya dipergunakan untuk memperjuangkan agama Allah. Adapun infaq dan sedekah yang pernah dilakukan oleh Utsman beberapa diantaranya :

Utsman pernah membeli sumur milik Yahudi untuk keperluan kaum Muslimin. Mula-mula dibeli separuh lalu kemudian bisa ditebusnya keseluruhan dengan harga yang murah. Hal ini tak lepas dari naluri bisnisnya yang baik.

Utsman pernah mendatangi Nabi untuk menginfaqkan 300 ekor unta beserta perlengkapannya, ditambah perbekalan untuk sepertiga pasukan jihad. Setelah itu Utsman pulang kerumahnya dan kembali lagi kepada Rasulullah dengan membawa 1000 Dinar.

 

ABDURRAHMAN BIN AUF

Adalah sosok dermawan yang memiliki jiwa bisnis yang handal. Saudagar kaya namun terdepan dalam jihad dan shaf sholat. Seseorang yang jika diibaratkan “menjual debu pun akan laku” ini diriwayatkan oleh imam ibnu Hajar Al-Asqalani, bahwa beliau (Abdurrahman Bin Auf) pernah menginfaqkan setengah hartanya setara dengan 4000 Dirham. Selain itu infaq lainnya adalah sebanyak 40.000 Dinar, pernah pula mendanai pasukan dengan 500 ekor kuda dan 500 ekor unta. Dan kesemuanya itu bersumber dari bisnis yang dijalankannya.

 

Lalu bagaimana dengan kita sekalian, berapa banyak kah,atau berapa persen kah bagian dari harta yang kita infaqkan?

Demikianlah sedikit contoh dan pembelajaran tentang sedekah dan infaq yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah S.A.W, semoga kita semua termasuk orang-orang yang mengikuti  langkah kedermawanan mereka. Semoga bermanfaat.

Billahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Ta’ala Wabarakatu.