Palu – Proses tanggap darurat semenjak proses terjadinya Tsunami Palu pada tanggal 28 Septermber 2018 telah berakhir.Fase berikutnya ialah recovery dimana para lembaga kemanusiaan mulai membangun huntara untuk penduduk yang rumahnya rusak dan hancur. Proses pencarian jasad  pun masih dilakukan.

LAZ BM ABA pun mulai melakukan Program  recovery terhadap penduduk Palu. Pada hari  Rabu 17 Oktober 2018 beberapa kegiatan yang di lakukan antara lain:

Mengunjungi Bapak Supriyadi

Rumah beliau  hancur dan saat ini tinggal di tenda bersama istri dan  anaknya serta 6 orang keluarga yang lainya.Tim mengunjungi beliau dan mengobservasi kebutuhan apa yang di perlukan.Hal ini penting karna kita memberi bantuan harus tepat sasaran yang dibutuhkan;

Membeli bahan material bangunan untuk Bapak Sahroni

Rumah beliau tidak hancur namun banyak retak yang ditemui, tim LAZ BM ABA masuk ke rumahnya dan melihat banyak dinding yang retak namun kondisi rumah tidak roboh. Maka di putuskan untuk membeli material dan menambal rumahnya yang retak.

Kunjungan ke rumah pak Irman untuk penyerahan uang renovasi rumah beliau yang hampir roboh.

Rumah beliau tidak roboh dan bisa di perbaiki dan beliau mampu untuk membetulkan sendiri. Tim ABA pun membantunya dalam hal keuangan agar bisa segera di betulkan rumahnya.

Suasana tenda penampungan sementara dimana banyak warga Palu yang mendiaminya, sungguh sangat jauh dari rasa aman dan nyaman. Pembuatan huntara  seperti  program LAZ BM ABA yang berjalan di Lombok sepertinya bisa menjadi contoh.Dengan metode spandek galvanum suatu solusi yang pas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *