BANDAR LAMPUNG – Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) Lampung menggelar Kopi Darat (Kopdar) Muslim Lampung di Hotel Nusantara Syariah, Selasa (20/11) malam.

Kopdar Muslim kali ini merupakan putaran ketiga. Putaran pertama diadakan di Hotel Urban Style Pringsewu, dan putaran kedua di Gedongtataan Pesawaran.

Hadir dalam acara itu, Ketua LAZ BM ABA Lampung, Suprihadi, Ketua Rumah Tahfidz ABA Lampung, Ustaz Agus Triono, perwakilan Hotel Nusantara Syariah Arif Ihsan, Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung yang diwakili Sulaiman Bardan.

Kopdar Muslim Lampung putaran ketiga diisi oleh Ustadz Fathuddin, dai Asal Medan dan Ustaz Abdullah Kafy Hamdan, dai dari Natuna Kepulauan Riau.

Peserta yang hadir sebanyak 70 orang yang terdiri dari pengusaha, pedagang, pegawai, profesional seperti dokter dan konsultan).

Dalam sambutannya, Ketua LAZ BM ABA Lampung, Suprihadi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan doa, donasi, serta materialnya untuk mewujudkan berdirinya Rumah Tahfiz ABA Campang Jaya.

“Kopdar bertujuan menjalin silaturahmi dan ukhuwah islam di antara sesama muslim,” ujar Suprihadi dalam release yang diterima Tribunlampung.co.id, Kamis (22/11/2018).

Suprihadi juga menginformasikan perkembangan progres pembangunan Rumah Tahfidz ABA Campang Jaya, Sukabumi, Bandar Lampung.

“Pembangunan Rumah Tahfidz ABA Campang Jaya sudah berhasil sampai tahap berdirinya 2 unit rumah ustaz,” ujarnya.

Kopdar kemarin malam juga bertujuan menggalang dana guna melanjutkan pembangunan Rumah Tahfiz ABA Campang Jaya yang mengalami kekurangan dana Rp 600.000.000.

Sementara Ustaz Abdullah Kafi Hamdan dalam ceramahnya menjelaskan, kondisi sekarang sudah masuk akhir zaman dengan segala fitnahnya.

“Sementara usia manusia sangat pendek (terbatas). Sisa usia yang dikaruniakan Allah SWT sebaiknya dimanfaatkan untuk peduli dengan anak-anak kita, untuk menyiapkan generasi yang baik dan shaleh, salah satunya dengan pendidikan baca tulis Alquran,” katanya.

Sementara Ustaz Fathudin mengajak audiens untuk membantu terwujudnya rumah-rumah quran sebagai sarana untuk mencetak/membentuk generasi qurani di era akhir zaman.

Dalam acara ini juga diselingi dengan penampilan santri-santri hafiz/hafizah Alquran dari Rumah Tahfiz ABA Pringsewu. (rls/rdi)

Sumber : lampung.ribbunnews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *