pejuang islam

Bismillahirrakhmaanir rakhiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatu

Saudara sesama muslim yang dimuliakan Allah, ada 10 sahabat Rasullah S.A.W. yang dijamin masuk jannah nya Allah S.W.T. tersebutlah salah seorang diantaranya adalah Abdurrahman Ibni Auf, atau yang biasa dikenal Abdurrahman bin Auf  yang terkenal dengan kisah kekayaan dan kedermawanannya.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang sosok Abdurrahman bin Auf, ada baiknya sejenak mengingat salah satu hadits yang mungkin sudah sering kita dengar. Diriwayatkan oleh putra Abdurrahman bin Auf yaitu Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf bahwasannya Rasulullah S.A.W pernah berkata :

“Bahwa ia (Abdurrahman bin Auf) akan masuk surga dengan merangkak, sehingga jika ingin menyelamatkan dirinya dari keadaan tersebut maka ia harus menafkahkan seluruh harta yang ia dapatkan di waktu sore”.

Berikut sekilas kisah tentang Abdurrahman Bin Auf.

 

Silsilah

Terlahir dari salah satu kabilah yang mulia yakni Zuhrah bin Kilab, pada tahun ke 10 pasca tahun gajah. Ayahnya bernama Auf bin Abdul Harits dan ibunya bernama Asy-Syifa’, keduanya berasal dari kabilah Zuhrah bin Kilab. Nama Abdurrahman bin Auf sendiri bukanlah nama aslinya melainkan pemberian dari Rasulullah S.A.W. Nama pemberian orangtuanya yang sebenarnya adalah Abdul Harits, namun dikenal juga sebagai Abdu Amrin ataupun sebagai Abdul Ka’bah.

Dengan demikian nama lengkap setelah memeluk islam adalah Abdurrahman Bin Auf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luayyi Al-Quraisy Az-Zuhri

 

Karakter dan Ciri Fisik

Abdurrahman tumbuh besar dan di didik dengan kepribadian mulia ayahnya, sehingga ketika dewasa menjadikan ia sosok yang memilliki sifat dermawan, bijaksana, setia, pemberani, dan terkenal tidak pernah ingkar janji.

Di masa remaja, Abdurrahman bin Auf merupakan pemuda yang memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap sesame, mampu menjaga diri dari hal buruk termasuk dari tradisi sukunya yang menyembah berhala.

Sebagai salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk Jannah nya Allah S.W.T. Abdurrahman bin Auf berkepribadian baik, ringan tangan dalam membantu orang lain, dan juga dikenal sebagai orang yang berhati lembut serta mudah menitikkan air mata.

Dikisahkan bahwa Abdurrahman bin Auf merupakan orang yang berwajah tampan, kulitnya kemerah-merahan, rambutnya tidak beruban, tangan dan jari jemarinya tampak besar. Sedangkan kakinya terlihat pincang akibat serangan musuh yang mengenai beliau ketika ikut serta dalam perang Uhud.

 

Sisi Entrepreneur dan Kedermawanan

Banyak sumber yang mengisahkan tentang jiwa dagang dan sisi entrepreneurship dari Abdurrahman bin Auf. Beliau memiliki sifat yang luhur dan memiliki keyakinan bahwa rizki merupakan jaminan Allah S.W.T yang pasti untuk hamba-Nya.

Ketika di Madinah Rasulullah S.A.W. yang saat itu tengah mempersaudarakan setiap kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, dan masa itu Rasulullah mempersaudarakan Abdurrahman dengan Sa’ad bin Rab’i Al-Anshari. Dikarenakan merasa sebagai saudara kemudian Sa’ad bermaksud untuk berbagi dengan Abdurrahman yakni berupa tanah dan bahan makanan yan dimilikinya, namun yang terjadi pada saat itu adalah justru Abdurrahman meminta Sa’ad untuk mengantarkannya ke pasar terdekat supaya ia bisa berjual beli dan berdagang. Setibanya di pasar ia pun mulai berdagang dengan penuh kejujuran.

Abdurrahman bin Auf memulai usahanya dengan keyakinan penuh pada Allah S.W.T, berikhtiar dengan sungguh-sungguh dalam berniaga dan senantiasa jujur dalam setiap usahanya, tetap bersyukur dan merasa puas meskipun dengan keuntungan sedikit.

Pernah suatu ketika ia ditanya oleh sahabat lain; “Apa sebabnya engkau bisa berhasil dalam perniagaan?”, ia pun menjawab; “karena saya tidak pernah menjual barang yang cacat dan tidak menginginkan keuntungan yang banyak, dan Allah akan memberkahi orang yang dikehendaki”.

Dalam biografi Abdurrahman bin Auf banyak dikisahkan tentang kedermawanannya, salah satu diantaranya ketika ia menjual barang hasil ghonimah berkisar 10.000 dinar lalu ia bagi-bagikan kepada istri-istri (para janda) nabi S.A.W. pernah pula mensedekahkan ke jalan Allah berupa separuh hartanya, dan kemudian bersedekah kembali sebesar 40.000 dinar, dan 500 kendaraan. Dan kebanyakan harta yang Abdurrahman nafkahkan dijalan Allah adalah harta hasil perniagaan. Selain itu di kota Madinah, Abdurrahman juga pernah mensedekahkan 700 unta berikut pelana nya yang di datangkan dari Syam, Abdurrahman telah memerdekakan budak sebanyak 30.000. diriwayatkan oleh Umar r.a. bahwa dalam sehari Abdurrahman memerdekakan budak sebanyak 30 budak.

Bahkan dimasa hidup rasulullah S.A.W, disebutkan bahwa Al-Baqarah : 262 diturunkan oleh Allah S.W.T berkaitan dengan sikap Abdurrahman dan para sahabat yang sangat mulia.

Dari kisah tersebut dapat diketahui bahwa Abdurrahman selain memiliki sifat dermawan, beliau juga memiliki sifat yang sangat berhati-hati dan lebih memilih untuk berusaha sendiri daripada menerima pemberian.

Dalam hal ini banyak para ahli sejarah yang menuturkan bahwa meskipun Abdurrahman datang ke Madinah tanpa modal (karena seluruh harta benda yang ia bawa dirampok musuh ketika dalam perjalanan menuju Madinah), dan tanpa meminta-minta Abdurrahman dapat berhasil menjadi pedagang sukses yang mampu mengumpulkan harta yang berlimpah. Tak lain dan tak bukan karena sifat jujurnya dalam berdagang. Memisahkan antara barang berkualitas baik, sedang dan yang tidak baik serta membedakan harga masing-masing barang tersebut sehingga pembeli merasa senang berbisnis dengannya.
 

Peranan Dalam Islam

Dalam hidupnya, Abdurrahma bin Auf termasuk sahabat yang paling sering bersama Rasulullah S.A.W. itulah mengapa ia menjadi salah satu sahabat yang banyak menghafal hadits yang langsung diucapkan Rasulullah S.A.W. maupun yang didasarkan pada perilaku nabi. Oleh sebagian sahabat yang lain, Abdurrahman digolongkan sebagai salah satu ulama besar. Ia biasa menjadi fatwa dalam menghadapi situasi yang berlaku saat itu.

Misalnya ketika suatu kali terjadi wabah di negeri syam, para sahabat berselisih pendapat untuk memutuskan apakah harus pergi atau tetap bertahan di tempat tersebut?. Ketika Abdurrahman tiba dan berkata bahwa ia mengetahui masalah yangterjadi, lalu ia pun membacakan hadits yang mana Rasulullah S.A.W pernah bersabda :

“Bila di suatu tempat atau daerah terjadi suatu bala’, maka jangan kalian semua mendatanginya dan bila malapetaka terjadi di situ (tempatmu) maka janganlah kalian semua meninggalkannya(tempat itu).

Selain itu Umar r.a. juga pernah menggunakan pendapat Abdurrahman dalam menghukum para peminum khamr, yaitu dengan 80 kali dera.

Dikisahkan pula bahwa Abdurrahman bin Auf merupakan salah seorang sahabat Nabi yang berkedudukan tinggi, dalam bebebrapa perang diantaranya :

  • Pada tahun ke- 6 Hijriyah, Rasulullah S.A.W pernah memerintahkannya untuk memimpin 700 pasukan menuju “Daumatil Jandal”. Nabi sendiri yang mengenakan surban di kepala Abdurrahman seraya berkata “Berjalannya dengan menyebut nama Allah”. Ditempat tujuan ia 3 kali mengajak masyarakat di daerah tersebut untuk memeluk islam, namun ditolak. Sehingga Abdurrahman dan pasukan melakukan serangan, pimpinan dari kaum tersebut Al-Ashbagh bin Amrin Al-Kulayyi yang saat itu beragama nasrani menyerahkan diri dan masuk islam. Dan setelah kabar kemenangannya, rasulullah S.A.W memerintahkan Abdurrahman untuk menikahi Tumadlir binti Ashbagh. Dari pernikahannya ini Allah mengaruniakan seorang putra bernama Abu Salamah bin Abdurrahman.
  • Dalam perang Uhud, Abdurrahman mendapat 21 luka yang disebabkan tusukan dan sabetan pedang yang mengenai tubuhnya dan kakinya pun menjadi pincang karena mendapat musibah pada perang tersebut.
  • Sedangkan pada perang Tabuk (umat islam melawan romawi), Abdurrahman merupakan salah seorang donatur besar untuk persiapan perang tersebut yang kebetulan saat itu umat muslim sedang mengalami kesulitan anggaran. Abdurrahman menyumbang dalam jumlah yang besar mencapai ribuan dirham.

 

Wafatnya Abdurrahman bin Auf

Abdurrahman bin Auf meninggal pada tahun 31 Hijriyah (pendapat lain menyebutkan tahun 32 Hijriyah) pada usia 72 tahun (sebagian pendapat yang berbeda menyebutkan pada usia 73 tahun). Abdurrahman meninggalkan 28 putra dan putri, jenazahnya dimandikan oleh Utsman r.a dan dimakamkan di Baqij’ sesuai wasiatnya.

Banyak yang mengisahkan bahwa Abdurrahman bin Auf termasuk dalam 10 sahabat yang dijamin masuk surganya Allah S.W.T. Semoga Allah merahmatinya, dan bukan termasuk golongan yang merangkak untuk memasuki Jannah melainkan berjalan secepat kilat dikarenakan beliau termasuk muslim yang taat dalam menjalani kehidupan dan karena usahanya mendermakan harta di jalan Allah.

 

Incoming search terms:

  • biografi abdurrahman bin
  • biografi abdurrahman bin auf
  • biografi singkat abdurrahman bin auf
  • cerita singkat Abdurrahman bin auf
  • kisah kejujuran abdurrahman bin auf
  • kisah singkat abdurrahman bin auf
  • sifat abdurrahman bin auf