ar rum 21

 

 

Bismillahirrahmaanir Rahiim

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Ta’ala Wabarakatu

Saudaraku seiman yang dirahmati Allah S.W.T. pada kesempatan kali ini akan sedikit mengulas tentang apa yang dimaksud dengan pasangan.

Pada hakikatnya pasangan adalah :

  • Tanda bukti kebesaran Allah (QS. Ar-Rum : 21)
  • Seseorang yang mendatangkan ketenangan (QS. Ar-Rum : 21)
  • Penyempurna keimanan (HR. Ath-Thabrani)
  • Ibarat pakaian yang menutupi (QS. Al-Baqarah : 187)
  • Perhiasan terindah adalah Wanita sholiha (HR Muslim)

Bahwa sebagai salah satu tanda bukti kebesaran Allah adalah dengan menciptakan pasangan dari jenisnya sendiri, dalam hal ini bermakna pasangan manusia adalah dari kalangan manusia juga, yakni pasangan suami adalah istri yang dinikahinya.

Selain itu beberapa peran pasangan adalah pertama, sebagai seseorang yang mendatangkan ketentraman dan ketenangan dimana suami dan istri bisa saling berbagi suka duka dan bekerjasama dalam menjalankan rumah tangganya. Kedua, pasangan sebagai penyempurna iman ( sebagaimana diriwayatkan bahwa belum sempurna iman seseorang hingga dia menikah). Ketiga, suami merupakan pakaian bagi sang istri dan sebaliknya, yang bermakna pasangan harus saling menutupi kekurangan masing-masing dan bukan mempertajam perbedaan dan mengumbar kekurangan diantara keduanya. Dan yang keempat, istri merupakan salah satu perhiasan suami, maknanya seorang istri merupakan cerminan dari suaminya. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholiha.

Banyak sekali dalil baik yang didasarkan pada Al-Qur’an maupun Al-Hadits yang membahas tentang pasangan, dalam hal ini kita batasi scope nya pada hubungan suami dan istri.

Adapun pengertian pasangan hidup menurut makna yang terkandung dalam Ar-Rum : 21 antara lain :

 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. Ar-Rum : 21)

 

Dalam ayat tersebut mengandung pengertian kasih (cinta) dan sayang terhadap pasangan meliputi antara lain :

SAKINAH

Sakinah merupakan perasaan nyaman, cenderung tentram terhadap yang dicintai.

…لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

Artinya : “….supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya”

Ketika seseorang dalam kondisi yang lemah, resah, bahkan ketika lelah maka pasangan dalam hal ini suami atau istri adalah tempat untuk berbagi,  bertukar pikiran dan mencurahkan isi hati hingga diperolehnya dukungan, ketenangan dan ketentraman sebagaimana siang menemukan ketentraman dan ketenangan dalam kegelapan malam.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya : “Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah), sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar”(QS. Yunus : 67)

 

MAWADDAH

Mawaddah bisa diartikan sebagai perasaan ingin berbagi kasih dan bersatu (bersama).

Dikutip dari ceramah “Dauroh Pra Nikah” oleh Ustadz Abdul Somad Lc, MA bahwa mawaddah merupakan rasa cinta (kasih) yang timbul akibat ketertarikan secara fisik, dengan melihat kelebihan pasangan serta menampakkan kekuatannya. Dalam hal ini dapat dicontohkan dengan adanya rasa cinta kasih dan ketertarikan terhadap pasangan dikarenakan usia muda dan kecantikan ataupun ketampanannya, kedudukannya dan mungkin karena harta yang dimilikinya.

وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً…

Artinya : “…dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang…”

Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nissa’: 21, bahwa dalam jima (persetubuhan) memang secara dzahir dapat menciptakan kebersamaan, dengan suatu perjanjian yang terkuat yaitu nikah. Selain itu berdasarkan sabda Rasulullah S.A.W  “tidak ada yang lebih baik (indah) orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan”.

Dalam firman Allah yang lain menunjukkan keterkaitan antara Mawaddah dan keinginan bersama :

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya : “dan sungguh jika kamu peroleh karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih saying antara kamu dengan dia : “wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu ssaya mendapat kemenangan yang besar (pula)””.(QS. An-Nissa’:73)

 

RAHMAH

…وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Artinya : “…dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang…”

Rahmah adalah rasa sayang dan kelembutan yang timbul terutama disebabkan adanya keterikatan hubungan (cinta yang ada pada hubungan suami istri, cinta diantara anggota keluarga yang bertalian darah, seperti orangtua terhadap anak, anak terhadap orangtua hingga hubungan sesama saudara).

Allah menyebutkan hubungan darah ini melalui firman-Nya :

وَأُولُو الأرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya :”..Orang-orang yang mempunyai hubungan (Al Arham) kerabat sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat ) di dalam kitab Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al-Anfaal : 75)

Dikutip dari ceramah “Dauroh Pra Nikah” oleh Ustadz Abdul Somad Lc, MA bahwa mawaddah merupakan rasa cinta (kasih) yang timbul akibat ketertarikan secara non fisik, bersedia menerima kekurangan pasangan dan menutupi kelemahannya. Ketika pasangan tidak lagi muda, kecantikan dan wajah tampan mulai memudar, ketika jabatan dan harta tak lagi ada, maka peran RAHMAH disinilah yang bisa membuat manusia tetap bersama dengan pasangan yang disayanginya dikarenakan iman dan  akhlaqul karimah nya.

 

Demikian sekilas tentang pasangan berdasarkan QS. Ar-Rum : 21. Semoga bermanfaat.

Billahi Taufiq wal Hidayah,

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Ta’ala Wabarakatu.