Darussalam, Lombok Utara – LAZ BM ABA Kembali menyerahkan Huntara yang ke 28. Pemberian kali ini untuk Bapak Sahartu Usia 52 Tahun , beliau tinggal di Dusun Pancor Getah , Desa Rempek Darussalam, Lombok Utrara. Acara penyerahan di berikan pada Hari Rabu 5 Desember 2018.

Beliau seorang yang mendalami diniyah semenjak tahun 1994 telah aktif di berbagai kegiatan keagamaan. Pekerjaan beliau ialah guru dan saat ini sedang ditimpa cobaan yaitu terlilit hutang riba bank. Semoga tim LAZ BM ABA juga bisa membantunya menyelesaikan hutangnya.

Saat terjadi gempa beliau sedang sholat berjamaah didalam masjid dan anak beliau yang berjumlah 4 orang bisa selamat karena cepat dibawa keluar oleh ibunya dari rumah.

Pak Sahartu berterima kasih kepada donatur atas pemberiaan ini,” Semoga dengan bantuan ini bisa menambah komitmen saya untuk tetap beriman dan berdakwah,”Ungkap Sahartu.

Muhammad Ali Ketua LAZ BM ABA NTB mengugkapkan bahwa beliau kenal dengan dirinya dan percaya bahwa beliau akan berkontribusi bagi umat. Dan pemberian huntara untuk memperkokok semangatnya.” Kami memberi huntara agar masyarakat tersebut juga bisa berkontribusi lebih baik lagi bagi lainya,”Ungkap Ali.

Penggunaan material galvanum rangka baja masih menjadi andalan hal itu di khawatirkan jika terjadi gempa tidak rubuh dan bahan tersebut terjamin kualitasnya. Dan sebagai info bahwa hari kemarin tanggal 6 Desember 2018 terjadi gempa di Lombok tapi tidak berpotensi Tsunami.Hal itu yang masih menjadi  kekhawatiran masyarakat.

Dan tiap huntara yang dibanguan menghabiskan biaya sekitar Rp.10 Juta Rupiah dan hal itu kami berikan secara gratis kepada masyarakat.

Proses pembuatan dan penyerahan huntara ini juga  terjadi atas kerjasama beberapa lembaga antara lain : Ulil Albab, Yayasan Pembinaan Iman ( YPI ), Mulya Rahman Insani ( MRI ) dan LAZ BM ABA Sumatara Utara. Semua lembaga diatas berasal dari Sumatera Utara yang di koordinir oleh Bapak Muhammad Amri Ketua LAZ ABA Sumatera Utara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *