Dr. Al- Majdi Ar Ribi’i,  adalah sejarawan Islam yang termasuk memiliki keilmuan yang diakui oleh para Ulama-ulama Dunia , beliau berkata :” Aku telah hidup bersama Syiah selama 10 tahun untuk mempelajari sejarah mereka dan meneliti jejak rekam mereka , ulama ulama mereka sampai masalah pertikaian mereka dengan ahlus sunnah. Semua itu dalam sebuah perjalanan ilmiahku untuk menggapai gelar Magister dan Doktor dalam sejarah Syiah, tepatnya di Irak dan Iran.”

Aku (Dr Al-Majdi Ar Ribi’i) banyak mengamati Syiah Bathiniah yang menghalalkan darah kaum muslimin , mereka menghalalkan segala cara untuk menjadikan orang pengikut syiah, jika perlu dengan senjata dan api, hingga mereka mampu memaksa warga Iran menjadi Syiah….

Para pengikut Syiah memaksa Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk mengikuti mahzab Syiah . Para sejarawan menghitung betapa besar jumlah yang dibantai oleh Syiah didaerah Shofwiyah mencapai 1.000.000 (satu juta) jiwa , dengan dipenggal oleh orang orangRawafidh(Syiah). Maka tidak aneh Iran berubah dari Iran sebagai besar Sunni menjadi Iran Majusi dan Rawafidh.

Puncaknya dalam sejarah kelam syiah mereka bersekutu dengan Yahudi dan Nasrani untuk melawan Ahlu sunnah wal Jama’ah salah satunya adalah rencana mereka menjatuhkan Kekhalifahan Utsmani. Rencana-rencana Kekhalifahan Utsmani untuk memperluas Islam di negara negara Eropa  terhenti setelah menaklukan Eropa bagian Timur yang sebelumnya dapat menembus Jantung Eropa dan mampu mengepung kota Fiyina. Inilah siasat Syiah dengan tipu dayanya serta gempuran kaum syiah Shofwiyin (Iran) dari bel;akang memaksa KekhalifahanUstamaiyin menggagalkan kota Fiyna dan harus kembali lagi ke negara Bagian Timur.

Seiring dengan itu, sirnalah mimpi membuka Eropa dan memasukan warganya untuk memeluk Islam. Peristiwa ini yang mendorong salah satu sejarawan barat mengatakan :” KALAU SEANDAINYA BUKAN KARENA PENGKHIANATAN KELOMPOK SYIAH SHOFWIYIN (IRAN) TERHADAP KEKHALIFAHAN USTAMNIYAH DAN GEMPURAN MEREKA DARI BELAKANG PASTI KHALIFAHAN USTMANIYAH MENGUASAI EROPA DAN MENJELMA MENJADI BENUA ISLAM.”

[fusion_text]278-279)ACA JUGA[/fusion_text][one_half last=”yes” spacing=”yes” center_content=”no” hide_on_mobile=”no” background_color=”” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” background_position=”left top” hover_type=”none” link=”” border_position=”all” border_size=”5px” border_color=”#0d793f” border_style=”solid” padding=”” margin_top=”” margin_bottom=”” animation_type=”fade” animation_direction=”left” animation_speed=”1″ animation_offset=”bottom-in-view” class=”” id=””][fusion_text]

BACA JUGA :

[/fusion_text][/one_half][fusion_text]kuma
[/fusion_text]

Inilah salah satu peristiwa yang membuat kaum muslimin tercengang kaget dan nyaris tidak dapat dipercaya seolah olah ada pertanyaan sangat besar :” Mungkinkah seseorang melakukan pengkhianatan dan memberontak, lebih lebih mereka (syiah,pent) mengaku agamanya ISLAM.

Pada tahun 317 H pada hari Tarwiyah (Musim Haji) Syiah Al Qoromithoh menyerang habis habisan Jama’ah Haji serta membantainya tercatat dalam sejarah memakan korban 30.000 jiwa terbunuh, tidak berhenti disitu saja syiah menghancurkan Qubah Zam zam , mencabut pintu Ka’bah dan menceburkan mayat mayat kaum muslimin yang dibantai ke sumur sumur zam zam. Yang paling parah adalah mencopot Hajar Aswad dari tempatnya lalu dibawa ke negera mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata bahwa :” SYIAH BATHINIAH LEBIH BERBAHAYA KEKAFIRANNYA DARIPADA YAHUDI DAN NASARANI.”

Hari ini kita menyaksikan apa yang sedang terjadi di Suriah dari “penyembahan ” mereka kepada Presiden Bashar Assad mereka membantai, menggorok Ahlus Sunnah, mereka menghancurkan masjid masjid dan mengotorinya. Maka kita meyakini bahwa Bashar Assad dan syiah Nushairiyah(Al ‘Uluwiyah) dari keturunan Syiah Bathiniah dan Qoromithoh , dan benar apa yang difirmankan oleh Allah : ” Sebagai satu keturunan yang sebagiannya keturunan dari yang lain.”

Melihat sejarah ini seakan akan sejarah mengulangi lagi.

 oleh Dr.Majdi Ar Ribi’i

Incoming search terms:

  • sejarah kelam yang terlupakan