cadar

 

DEFINISI PAKAIAN

  1. Secara Umum

Pakaian menurut bahasa adalah segala sesuatu yang menempel pada tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Menurut istilah, pakaian adalah segala sesuatu yang kita kenakan setiap hari dari ujung rambut sampai ujung kaki berserta segala pelengkapannya, seperti tas, sepatu, dan segala macam perhiasan (aksesoris) yang melekat padanya.

 

     2. Menurut Islam

Busana islam adalah suatu ungkapan terhadap pakaian yang berfungsi menutupi tubuh manusia yang dapat terlindung dari hawa panas dan dingin. Sementara dari pakaian islami adalah pakaian yang berfungsi menutupi seluruh aurat baik pria maupun wanita yang tidak transparan tidak ketat dan tidak menyurupai lawan jenis.

 

FUNGSI PAKAIAN

  1. Secara Umum

Pakaian secara umum dipahami sebagai “alat” untuk melindungi tubuh atau “fasilitas“ untuk memperindah penampilan. Tetapi selain untuk memenuhi dua fungsi tersebut, pakaian pun dapat berfungsi sebagai “alat” komunikasi yang non-verbal, karena pakaian mengandug simbol-simbol yang memiliki beragam makna.

 

    2. Menurut Islam

Sebagaimana Firman Allah  dalam Surah al-A`araf : 26

“Hai anak Adam, Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa  Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat”.

Menurut syariat Islam, busana muslim bukan hanya sekedar simbol, melainkan dengan mengenakannya berarti seorang perempuan telah menyatakan kepada makhluk Allah akan keyakinan, pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh, dimana semua itu didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Allah S.W.T.

Firman Allah  lainnya dalam Surah An-Nur, ayat 31 :
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau oranggaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai  orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.”

 

ADAB BERPAKAIAN

  1. Muslim Trendi

Allah telah mewajibkan kaum wanita untuk berhijab, bersamaan denngan itupun maka Allah pun telah menetapkan syarat dan ketentuannya. Dan erhijab tidak hanya sekedar menutup aurat saja. Dewasa ini masih yang banyak muslimah yang menyalah artikan konsep “menutup aurat” yang dimaksud, sehingga tidaklah mengherankan jika muncul berbagai macam model busana muslimah dengan prinsip “Asal menutup aurat”. Golongan muslimah yang demikian lebih mementingkan faktor keindahannya, keanggunan, tanpa memperhatikan benar salahnya dalam mengenakannya.  Sehingga dari salah paham ini kemudian timbul kesalahan-kesalahan yang sangat fatal dalam berbusana muslimah diantaranya adalah :

  • Tidak Menutup Aurat Secara Sempurna

Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya :

“Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk  wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya”.

Jadi jelas bahwa selain muka dan telapak tangan, tidak boleh terlihat walaupun sedikit.

Namun fakta yang beredar dikalangan muslimah kita adalah masih seringnya aurat yang ditampakan dalam berbusana muslimah yang salah antara lain:

Leher
Umumnya karena jilbabyang dikenakan terlalu pendek atau karena jilbab yang diterpa angin, aturannya adalah leher tidak boleh sampai terlihat.
Lengan
Beberapa muslimah tak jarang yang menggunakan baju berlengan panjang namun ketika menggerakkan tangannya masih dapat tersingkap lengan tangannya. Padahal pergelangan tangan dan lengan termasuk aurat yang tidak boleh terlihat.
Rambut
Aturannya adalah tidak boleh sehelai rambutpun yang boleh terlihatBaik rambut yang terurai didepan, dibelakang atau disekitar daerah telinga tidak boleh terlihat.

Kaki
Syariat memerintahkan wanita menjulurkan pakaian, dalam hal ini dianjurkan untuk memakai busana yang panjangnya melebihi mata kak (isbal)i, atau bahkan sampai menyentuh tanah. Atau mengenakan kaus kaki, dianjurkan dengan warna gelap, bukan dengan warna kulit. Sedangkan untuk Laki-laki disyariatkan untuk menjauhi isbal.

 

  • Ketat

Berdasarkan hadist Usamah bin Zaid pernah berkata :

“Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?” Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : “Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan)”.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa baju ketat bukalahn hanya baju yang kainnya menempel dikulit, namun termasuk juga baju yang sedikit agak longgar namun masih dapat menggambarkan siluet tubuh, termasuk dikatakan ketat juga jika jilbab yang dikenakan terdapat karet atau ikatan dibagian lehernya yang bila digunakan dapat menggambarkan bentuk kepala, leher dan bahu si pemakai. Kesalahan lainnya yaitu memakai jaket di luar jilbabnya. Hal ini menyebabkan hilangnya fungsi jilbab yang menutupi bentuk tubuh bagian atas. Dengan memakai jaket di bagian luar jilbab, akan memperlihatkan bentuk tubuh, bentuk sliuet, bahu, lengan, dan lengkung pinggang si pemakai. Cara mensiasatinya adalah dengan  jaket yang besar dan longgar atau bila memiliki jaket yang tidak besar, pakailah di dalam jilbab sehingga posisi jilbab menutupi jaket.

 

  • Jilbab Terlalu Pendek

Sungguh mengherankan beberapa saudara kita muslimah, yang ia sudah menyadari wajibnya menutup aurat, namun masih lalai dalam mengenakan jilbab. Adapun beberapa kesalahan tersebut penyebabnya adalah : Pertama, karena secara ukuran, jilbabnya terlalu pendek sehingga tidak dapat menutupi bagian-bagian yang seharusnya ditutupi seperti leher, bahu, dada dan pinggang. Kedua, mungkin bahan kain yang dikenakan untuk berhijab sudah panjang,namun dikarenakan keinginan untuk modis dan stylish sehingga jilbab dimodifikasi dengan berbagai bentuk dan lilitan-lilitan yang pada akhirnya menghilangkan fungsi jilbab itu sendiri.

 

     2. Muslim Syar’i

Berikut adalah ketentuan syariat dalam berpakaian menurut islam :

  1. Menutup aurat.

Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah mulai dari pusat hingga ke lutut. Sedangkan aurat wanita ialah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda:

 “Paha itu adalah aurat.”(H.R. Bukhari)

 

     2. Tidak menampakkan lekuk tubuh.

Dilarang mengenakan pakaian yang jarang sehingga menampakkan aurat tidak memenuhi syarat menutup aurat. Pakaian jarang (menerawang ataupun transparan) bukan saja menampak warna kulit, tapi juga bisa menimbulkan syahwat orang yang melihatnya. Rasulullah SAW bersabda :

 

 “Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembuyang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yangmemakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk.Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat di cium dari jarak jauh.”(H.R. Muslim)

 

    3. Pakaian tidak ketat.

Tujuannya  adalah supaya tidak kelihatan bentuk tubuh badan (siluet nya).

 

    4. Tidak menimbulkan riya

Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Sesiapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda bermaksud:”Sesiapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, an- Nasa’iy dan Ibnu Majah)

 

    5. Membedakan antara pakaian laki-laki dan wanita.

Pakaian Lelaki dan wanita berbeda maksudnyaadalah  pakaian yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh wanita, begitu juga sebaliknya. Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dengan tegas:

“Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.”(H.R. Bukhari dan Muslim). 

Rasulullah juga bersabda :

“Allah melaknat lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki.” (H.R. Abu Daud dan Al-Hakim).

 

     6. Larangan memakai sutera bagi Laki-laki.

Islam mengharamkan kaum lelaki memakai sutera. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (H.R. Muttafaq ‘alaih)

 

    7. Menjulurkan Pakaian.

Makna menjulurkan isini adalah melebarkan, menutupi tubuh secara keseluruhan.

contohnya seperti Kerudung atau Jilbab yang seharusnya dipakai sesuai ketentuan syara’ yaitu untuk menutupi kepala dan rambut, tengkuk atau leher dan juga dada, sebagaimana firman Allah Al-Ahzab : 59

“Wahai Nabi, katakanlah (suruhlah) isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan beriman, supaya merekamelabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar);cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalahMaha Pengampun dan Maha Penyayang.”

 

    8. Memilih warna yang sesuai.

Maksudnya adalah anjuran untuk memilih warna pakaian yang sesuai supaya terlihat pantas, indah, menambah kewibawaan seseorang. Serta menghindari warna yang terkesan lucu, kurang sesuai bahkan mencolok, yang nantinya akan menjadikan si pemakai pakaian menjadi bahan olokan orang lain. contohnya Warna yang sesuai dengan jenis kegiatan atau aktivitas yang sedang dihadiri misalnya tidak menggunakan warna terang dan mencolok ataupun colourfull ketika mengahadiri pemakaman seseorang. Untuk aktivitas keseharian pilihlah warna yang sesuai untuk warna kulit dan warna-warna lembut termasuk putih kerana ia nampak bersih dan warna ini sangat disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW :

 “Pakailah pakaian putih kerana ia lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih).” (H.R. an-Nasa’ie dan al-Hakim)

 

    9. Larangan memakai emas bagi Laki-laki.

Termasuk  dalam etika berpakaian di dalam Islam ialah barang-barang perhiasan emas seperti rantai, cincin dan sebagainya.  Bentuk perhiasan seperti ini umumnya dikaitkan dengan wanita namun para lelaki cenderung berhias seperti wanita.  Semua ini amat bertentangan dengan syariat Islam. Rasulullah S.A.W. bersabda :

“Haram kaum lelaki memakai sutera dan emas, dan dihalalkan (memakainya) kepada wanita.”

 

    10. Anjuran mendahulukan bagian kanan atau kiri.

Apabila memakai baju, diawali dengan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan. Serta mendahulukan anggota tubuh sebelah kiri ketika hendak melepaskannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seseorang memakai alas kankaki (sepatu) didahulu dengan sebelah kanan, dan apabila melepaskannya, didahului dengan sebelah kiri supaya yang kanan menjadi yang pertama memakai sepatu dan yang terakhir menanggalkannya.” (Riwayat Muslim).

 

    11. Berdoa

Ketika kita membeli pakaian apabila memakai pakaian baru untuk pertama kalinya, ucapkanlah seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tarmizi yang Artinya :

”Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau yang memakainya kepadaku, aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa-apa yang dibuat baginya, aku mohon perlindungan kepada-Mu daripada kejahatannya dan kejahatan apa-apa yangdiperbuat untuknya. Demikian itu telah datang daripada Rasulullah”.

 

Berdoa, ketika melepaskan pakaian, yang artinya :

“Pujian kepada Allah yang mengurniakan pakaian ini untuk menutupi auratku dan dapat mengindahkan diridalam kehidupanku, dengan nama Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia.”